Loading...

KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Rabu, 09 Maret 2011

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan leh penduduk suatu negara dengan negara lain atas dasar kesepakatan lain. Dalam pelaksanaannya, perdagangan yang dilakukan didalam negeri , perdaganan internasional jauh lebih kompleks, berikut hal-hal yang membuat perdangan internasional itu lebih rumit:artikel lengkap
  1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan.
  2. Barang harus dipindahkan dari negara satu ke negara lainnya. Dalam proses ini barang akan memerlukan pemeriksaan dan pengawasan dari negara pengirim ataupun negara penerima dari pemerintah masing-masing negara.
  3. Antara masing0masing negara terdapat perbedaan bahasa, mata uang, timbangan, taksiran, atau hukum yang berlaku.
  4. Sumberdaya alam yang berbeda.
Selanjutnya kebijakan perdagangan internasional, yaitu kebijakan yang dilakukan suatu negara tindakan ataupun peraturan yang memmpengaruhi baik langsung ataupun tidak langsung terhadap struktur, komposisi dan arah perdagangan internasional dari ke negara tersebut.

TUJUAN KEBIJAKAN INTERNASIONAL

Pemerintah suatu negara tentu mempunnyai tujuannya dalam menetapkan kebijakan internasional yaitu sebagai berikut:
  1. Melindungi kepentingan ekonomi nasional.
  2. Melindungi kepentingan industri dalam negeri
  3. Melindungi laoangan kerja
  4. Manjaga stabilitas dan dan keseimbangan neraca pembayaran internasional
  5. Menjaga tingkat peryumbuhan ekonomi
  6. Menjaga stabilitas nilai tukar/kurs valas
RUANG LINGKUP KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Kebijakan perdagangan internasional meliputi:
  1. Kebijakan dibidang eksport
Kebijakan dibidang eksport itu bertujuan mempengaruhi strukstur, komposisi, dan arah transaksi serta kelancaran usaha untuk peningkatan devisa eksport suatu negara.
Kebijakan eksport itu dapat dikelompokan menjadi 2 macam yaitu:
  1. Eksport dalam negeri
  2. Eksport luar negeri
Kebijakan eksport didalam negari
  1. Pembentukan pusat promosi perdagangan internasional
  2. Fasilitas keringanan bea masuk yang diberikan negara-negara industri, untuk barang-barang manufaktur dari negara sedang berkembang
  3. Menjadi anggota asosiasi produsen
    1. Kebijakan dibidang import
Kebijakan dibidang import bertujuan untuk mempengaruhi struktur, komposisi, dan kelancaran usaha untuk melindungi/mendorong pertumbuhan industri dalam negeri dan juga menghemat devisa. Karena dengan kebijikan dibidang ini pemerintah dapat menekan angka pengeluaran devisa negara guna pembiayaan barang import.
Kebijakan import dapat dikelompokan menjadi 2 macam kebijakan, yaitu sebagai berikut:
  1. Kebijakan tariff barrier
  2. Kebijakan tariff non barrirer

0 komentar:

Poskan Komentar